Minggu, 29 Desember 2013

Harga emas cenderung meningkat fluktuatif

emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mengakhiri minggu ini dengan keuntungan tipis 0,9%.
Seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (28/12/2013), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari 2014 naik US$ 1,7 atau 0,14% menjadi US$ 1.214 per ounce.
Emas telah berfluktuasi dalam kisaran perdagangan sempit baru-baru ini. Situasi yang terjadi saat ini yaitu rendahnya permintaan investor seiring dengan membaiknya ekonomi Amerika Serikat (AS), sedangkan permintaan konsumen yang tinggi karena terus turunnya harga emas.

Seiring dengan keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang akan menarik kebijakan stimulus moneter, para analis pasar merasa pesimistis tentang prospek emas pada 2014 . Beberapa bahkan memprediksi emas bisa merosot hingga di bawah US$ 1.100 pada Januari .
Pasar saham yang bergairah (bullish), mengangkat harapan untuk pertumbuhan ekonomi dan normalisasi lanjutan dari suku bunga menjadi faktor yang akan meredam emas tahun depan .
Harga perak untuk pengiriman Maret 2014 naik US$ 13,3 sen atau 0,67% menjadi US$ 20,049 per ounce. Platinum untuk pengiriman April 2014 naik US$ 15,1 atau 1,11% menjadi US$ 1.378,9 per ounce.

Harga emas berfluktuasi mendekati ke level tertinggi dalam tiga minggu. Hal itu didorong dari dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan ada sinyal peningkatan permintaan logam mulia di China.

Emas untuk pengiriman secepatnya berfluktuasi naik dan turun 0,2% sebelum diperdagangkan lebih rendah US$ 1,68 ke level US$ 1.260,50 per ounce pada pukul 08.34 waktu Singapura. Kemarin harga emas naik 1,8% terbesar sejak 22 Oktober.

Emas untuk pengiriman Februari berada di level US$ 1.260,10 per ounce di divisi Comex New York. Sementara itu harga emas berjangka telah melonjak 2,2% terbesar sejak 17 Oktober. Volume perdagangan emas adalah 76% di bawah rata-rata untuk 100 hari terakhir ini.

Adapun spot perak diperdagangkan di kisaran US$ 20.3792 per ons dari US$ 20.4056. Platinum turun 0,2% menjadi US$ 1.387,75 per ounce.
Emas telah menguat dari level terendah dalam lima bulan pada 6 Desember menyentuh US$ 1.268 kemarin. Angka itu tertinggi sejak 20 November. Penguatan harga emas didorong ada sinyal peningkatan emas di China.

Selain itu, dolar melemah karena spekulasi bank sentral Amerika Serikat segera melakukan pengurangan stimulus moneter. Volume perdagangan emas mencapai 15.224 kilogram di Shanghai Gold Exchange. Angka itu terbesar sejak 28 November.

"Harga mungkin merasa sulit untuk dipertahankan seperti momentum kemarin dengan permintaan Asia cenderung melambat. Sementara itu, waktu semakin mendekati pertemuan FOMC pada pekan depan. Ada pertanyaan apakah pengurangan stimulus moneter akan dilakukan," kata Victor Thianpiriya, Analis Australia and New Zealand Banking Group Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (11/12/2013).

Sepanjang 2013, emas anjlok 25%. Penurunan ini pertama dalam 13 tahun. Spekulasi pengurangan stimulus moneter Amerika Serikat (AS) telah mempengaruhi pasar keuangan. Spekulasi itu semakin kencang ketika data ekonomi AS menunjukkan tanda positif.

Sumber:
http://m.liputan6.com/bisnis/read/786314/harga-emas-terus-melompat

http://m.liputan6.com/bisnis/read/770811/dolar-melemah-harga-emas-bergerak-fluktuaktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar