Sabtu, 19 Oktober 2013

Kelebihan dan Kekurangan Kebijakan Mobil Murah

Kelebihan dan Kekurangan Kebijakan Mobil Murah
Seperti yang kita ketahui, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan mobil murah dan produsen berlomba-lomba untuk membuat mobil murah. Banyak kekhawatiran yang muncul atas adanya kebijakan itu khususnya bagi pengusaha angkutan umum yang dikhawatirkan akan membatikan angkutan umum. Belum lagi dengan adanya kebijakan ini akan membuat jalanan semakin macet dan akan berimbas pada membengkaknya operasional angkutan umum.
Dalam UU No. 22 Tahun 2009, pemerintah mewajibkan terselenggaranya angkutan umum yang murah dan aman. Namun, pada kenyataannya amanat tersebut belum dijalankan. Pemerintah seharusnya mengeluarkan kebijakan yang mendukung sector transportasi missal, bukan mengedepankan kepentingan pemodal.
Namun banyak pula kelebihan yang ditawarkan oleh produsedn seperti harga yang murah, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan. Selain itu keuntungan bagi pemerintah dengan adanya kebijakan ini masyarakat menengah juga bias merasakan mempunyai mobil dengan harga yang terjangkau dan menambah Pajak Negara.
Namun, selain diprediksi menambah kemacetan di seluruh penjuru kota ternaya dari segi keamanan, kenyamanan, dan performa terdapat juga beberapa kekurangan lainnya.
1. Tenaga yang kecil
Mobil murah mengusung kapasitas mesin yang kecil antara 1000 cc hingga 1200 cc sehingga tenaga yang dihasilkan juga kecil. Mobil tidak dapat digunakan untuk berakselerasi tinggi, untuk mencapai 100 km/jam membutuhkan waktu 15 detik. Angka tersebut tergolong rendah untuk ukurancity car.
2. Mobil terlalu ringan
Kendala ini sangat terasa ketika mobil murah digunakan di jalan bebas hambatan. Mobil akan tidak stabil ketika bergerak karena bobot mobil dipengaruhi oleh angin. Belum lagi jika jalan dipenuhi oleh bus atau truk yang tentu menghasilkan angin yang kencang yang bisa membuat mobil oleng bahkan bisa mengalami kecelakaan.
3. Daya jelajah
Permasalahan mobil murah adalah kemampuannya untuk perjalanan jauh. Sebagian besar komponennya dirancang hanya untuk perjalanan dalam kota, bukan untuk antar kota. Mobilitas masyarakat Indonesia yang tinggi membuat mobil murah kurang cocok digunakan. Belum lagi tenaga yang kecil bisa menimbulkan permasalahan saat melintasi tanjakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar